TELEVISI ANALOG & TELEVISI DIGITAL

Nama : Damara Salsabila

NPM : 50420328

Kelas : 2IA18


TELEVISI ANALOG & TELEVISI DIGITAL


Sejarah Perkembangan Televisi

Saat ini perkembangan teknologi telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah teknologi pertelevisian. Perubahan ini merupakan transisi dari televisi analog ke televisi digital.

Dalam perjalanan pertelevisian terdapat dua tokoh yang dianggap paling berpengaruh, yaitu seorang insinyur asal Skotlandia bernama John Logie Baird  dan Philo Farnsworth yang berasal dari Amerika Serikat. 

Baird yang dianggap sebagai orang pertama yang mampu menayangkan gambar bergerak di televisi, tetapi perangkat televisi temuan Baird masih memiliki kekurangan, karena menggunakan cara kerja mekanik. Sehingga, gambar yang ditampilkan pada perangkat tersebut buram dan berkedip.

Sementara itu, Philo Farnsworth adalah tokoh yang dianggap berhasil mendemonstrasikan televisi elektronik pertama di San Fransisco pada tanggal 7 September 1927 dan menggunakan sistem yang dirancang olehnya.

Kemudian, televisi tersedia dalam bentuk eksperimental kasar pada akhir tahun 1920an dan membutuhkan beberapa tahun sebelum teknologi ini dipasarkan kepada konsumen. Pada tahun 1940an, televisi hadir dalam ukuran besar dengan bentuk menyerupai radio. Pada awal kemunculannya, sistem sirkuit dan teknologi yang digunakan pada televisi masih berukuran tergolong besar dan rumit, sehingga membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.

Pada masa awal kehadirannya, teknologi yang digunakan televisi disebut sebagai Cathode-ray Tube (CRT), yang digunakan hingga dekade pertama dari abad ke 21. Porsi dari sinyal siaran NTSC umum yang tertangkap oleh teknologi ini setara dengan resolusi 449 x 482 piksel berbentuk persegi panjang.

Kemudian, teknologi ini berkembang menjadi Rear Projection (RPTV), memungkinkan tayangan ditampilkan pada layar berukuran lebih besar dan menggunakan teknologi proyeksi. Terdapat tiga tipe sistem proyeksi yang digunakan pada televisi ini, yaitu berbasis CRT, berbasis LCD, berbasis DLP dan berbasis D-ILA dan LCOS.

Televisi proyeksi telah tersedia secara komersial sejak tahun 1970an. Namun kala itu, televisi ini tidak mampu menyaingi ketajaman gambar yang disuguhkan oleh TV CRT. Layar televisi terus berevolusi menjadi panel datar yaitu LCD atau plasma, Light Emitting Diode (LED) hingga Organic Light Emitting Diode (OLED) yang banyak digunakan TV modern saat ini.


Perbedaan Televisi Analog dan Televisi Digital


Berikut adalah perbedaan televisi analog dan televisi digital, yaitu :

1. Sinyal yang dipancarkan

Perbedaan televisi analog dan televisi digital adalah sinyal yang dipancarkan dari kedua siaran tersebut. Televisi analog hanya dibatasi dengan hanya sinyal analog, sedangkan Televisi digital dapat memproses sinyal digital dan analog sekaligus.

2. Kualitas gambar yang dihasilkan

Kualitas televisi analog dipengaruhi pada jarak pemancar, sedangkan televisi digital tidak terpengaruh dengan jarak pemancar. Disamping itu, televisi analog menggunakan tabung sinar katoda sebagai tampilannya, sedangkan televisi digital menggunakan layar panel datar seperti LCD, plasma, atau LED. TV digital juga memiliki kualitas gambar tinggi hingga 720p/1080p atau kualitas High Definition (HD).

3. Ukuran layar

Televisi digital kini telah hadir dengan ukuran layar lebih lebar, yakni 50 inci dan juga dilengkapi dengan bezel yang tipis sehingga bentuk TV terlihat lebih modern. Sedangkan, televisi analog biasanya terbatas pada ukuran 30 inci dan berbentuk layar cembung.

Komentar